Selamat Ulang Tahun Anak Kecil

Selamat ulang tahun ya

Dikurangin cengengnya

Dikurangin makan gorengannya

Dikurangin magernya

Dimulai aja apa yang kamu mau, apa yang kamu yakin itu bener. Selamat berjuang ya. Kalau bosen bukan berhenti tapi rehat aja dulu sejenak. Jadi anak yang baik ya anak kecil. Insyaallah ada kok yang terus sayang sama kamu. Itu contohnya yang bantuin kamu tiup lilin di kue pertama kamu.

Sekali lagi selamat ulang tahun ya anak kecil

Iklan

Abis Baca Public Relations In The Age Of Disruption

Selesai baca buku ini? Aaaaaa (yes teriak) mestinya udah baca buku ini dari dulu. Mestinya buku ini ada dari jaman maba dulu. Buku ini bagus! Rekomen banget untuk maba komunikasi, apalagi yang peminatannya Public Relations (PR). Kalimatnya mudah dipahami. Didukung banyak data, kisah2 tokoh PR dari luar dan dalam negeri yang berpengalaman. Ngasih tahu beberapa buku yang direkomen untuk dibaca juga.

Buku ini menarik untuk dibaca karena buku ini dibuat berangkat dari pertanyaan seluruh mahasiswa komunikasi se-Indonesia saya rasa.

Bagaimana kami bisa menjadi PR yang sukses setelah lulus dan mulai bekerja nanti? Apakah kami bisa mendapatkan tip?

Jawabannya adalah:

“Saya selalu menjawab bahwa menjadi PR itu lebih dari sekadar gelar sarjana komunikasi

“Secara persepsi, profesi PR sekilas terlihat glamor. Sebaliknya, di balik keglamoran itu, jika berkarir di agensi PR baik untuk korporasi maupun pemerintah, sebagai humas Anda akan mendapat tantangan berbeda setiap hari

Ini paragraf favorit ” Realitasnya, praktisi humas harus merumuskan pesan, menulis dan menentukan sudut pandang, menyusunnya untuk khalayak tertentu, menyampaikannya secara efektif dan melakukan semuanya dengan strategi yang inovatif”

Bagian yang menampar (lebay kali ah) adalah diingetin kalau welcome to the disruptive era. Saat semua orang bisa menjadi PR. Menjadi Humas.

“Realitasnya: dokter bisa menjadi Humas, tetapi humas tidak bisa menjadi dokter. Dengan kata lain, kompetitor bagi mahasiswa komunikasi nanti bukanlah teman sejurusan. Melainkan fakultas kedokteran, akuntansi, teknik, pertanian dan lainnya”

Malu aku maluuuu. Ketampar rasanya baca itu. Aku masih gini2 aja lagi 😥

Terus bagian ini juga menarik

You need to get ready because PR is one of the top 10 most stress full job!

Bold Italic underline sampe sobek, kalau PR itu pekerjaan paling stress. Alamak, apakabar lah itu skinker mahal, hak tinggi, parfum semerbak di event kece kalau di dalam hati stress ternyata. Di buku ini memang dijelasin kok, PR itu pekerjaan yang menyenangkan sekaligus menantang.

Dari hasil riset CareerCast, ini adalah hal-hal yang membuat PR masuk daftar top 10 most stressful job: unpredictability (ketidakpastian), lingkungan kerja yang sulit & penuh tekanan, dan deadline. Kerjanya bisa dibilang 24 jam setiap hari.

Di tiap bab diakhiri poin-poin TIP Karir. Ini penting untuk pengingat dan kesimpulan dari apa yang dibaca.

Kalau semua buku kuliah seperti ini desain covernya, isinya mudah dipahami gini semangat mungkin belajarnya. Haha alasan aja nis nis.

Nah, ini beberapa daftar buku yang aku catat dari yang direkomen penulisnya.

  • Manajemen Kehumasan: Rhenald Kasali
  • Seandainya Saya Wartawan Tempo: Goenawan Mohammad
  • On Writing : Stephen King
  • The Trusted Advisor
  • Dasar Kemampuan PR: Prof. saleh Sumirat Guru Besar Fikom Unpad

Udah dicari ke banyak toko buku online pada nggak ada itu buku2nya. Buku lama semua sih emang. Yaaaa terus semangat lah membaca dari sumber manapun, kan era disruptive ada Mbah Gugel. Hehe.

Terimakasih pak Agung Laksamana. Terus bikin buku ya pak. Buku-bukunya seru 🙂

Aku masih bertanya-tanya sih kenapa eskrim sama helm ya? Ya walopun nggak ada jawaban di bukunya, yg jelas bikin tertarik untuk beli, baca dan diulas di sini.

Abis Baca Unbranding

Beli buku ini gara-gara suka sama sampulnya. Tahu buku ini gara-gara ada Gramedia Flash Sale. Tapi belinya di toko buku offline. Ya, opening yang selalu membosankan.

Belum kelar sih baca buku ini. Baru nyampe pelajaran 81. Jadi buku ini berisi 100 pelajaran branding di era disruptif seperti yang ditulis di sampulnya. Seruuuu. Bagus gitu.

Ini yang nulis suami istri. Sama-sama pemerhati brand. Terus diulik, diulas, ditulis jadi buku. Jadilah Unbranding ini. Aku mau juga kayak gitu.

Buku ini rekomen untuk yang suka belajar branding. Bisa nambah wawasan tentang branding dari brand luar. Yang saya baca ini versi bahasa Indonesia nya. Jadi terjemahan gitu. Ada beberapa kata yang aku kurang paham. Bagi yang terbiasa baca buku versi bahasa Inggris, beli yang versi Englishnya aja kali ya.

Apalagi yaah? Ada beberapa yang jadi pelajaran favorit. Beli aja bukunya. Ini buku branding yang bermanfaat kok. Isinya 100 pelajaran brand yang mereka rangkum. Tiap tulisan dijelasin tentang brand apa yang dibahas. Lalu permasalahannya apa. Terus ditarik kesimpulan pembelajaran apa yang didapet dari cerita si brand tadi. Ya, semacam hikmah dibalik dari sebuah masalah atau perjalanan lika-liku sebuah brand. Bahasanya ringan kok.

Ini point yang bisa dishare kali ya. Dari pelajaran 16: Gender GAP. Nilai brand adalah mendengarkan & menghargai pelanggan, terutama di dunia media sosial di mana pelayanan dapat dilihat secara terbuka.

Selebihnya males ngetik hehe. Sebelumnya pernah beli buku karena desain sampulnya oke, eh ternyata kurang suka sama isinya. Yang kali ini nggak nyesel kok. Malah pengen baca buku mereka yang lain: Unselling sama Unmarketing.

Abis Baca #BERHENTIDIKAMU

Kelar baca buku ini? Aaaaah (menghembuskan nafas). Gitu ya perjalanannya. Menurut saya buku #BERHENTIDIKAMU sama dengan dokumentasi perjalanan bertemu jodoh. Sesuai prediksi sih, baca buku ini nggak lama. Dua jam udah kelar, beberapa bagian sudah ada di Twitter jadi lebih cepet paham bacanya. Daaaan apa ya? Ya menghela nafas aja gitu abis bacanya.

“Sesudah kesulitan ada kemudahan” itu benar adanya. Ditunjukkin di kisah ini “setelah patah hati ada hati yang berbunga”.

Terus suka nggak? Aku suka sama buku ini. Mungkin seperti warna hoodie si karakter di sampul buku. Orange warna hangat, baca buku ini menghangatkan. Seperti Mbak Fira yang menghangatkan hati dr. Gia dan gunung Titlis di dalam ceritanya. Ciee

Buku ini ringan, santai. Pas dibaca kalau lagi di perjalanan. Misal di kereta dari Malang-Jogja sambil dengerin lagu favorit. Selesai baca, noleh penumpang sebelah. Ngobrol basa basi eh ternyata dia jodoh kita. Eaaaak alaynya makin kumat.

Yang jadi pertanyaan adalah? Gimana caranya dr. Gia bisa se-produktif ini? Kok kayaknya bagus banget manajemen waktunya? Dokter/nulis buku/bikin thread di Twitter/masih suka balesin twit followernya juga.

Istrinya juga keren. Istiqamah sholat Dhuha 12 rakaat untuk meminta petunjuk kepada Allah mengenai jodohnya. Ya, 12 rakaat. Padahal mbaknya seorang pegawai bank kala itu. Wow. Aku malu, aku belum ada apa-apanya untuk berjuang buat yang namanya pasangan kelak.

“Bahwa bila kita ingin mencari belahan jiwa, jujur terhadap diri sendiri, kejernihan tujuan, dan berserah kepada Sang Pemilik Jiwa. Maka, jodoh akan hadir bukan hanya sesuai keinginan kita, melainkan akan datang sesuai kebutuhan dan tidak akan pergi karena kekurangan kita” aku suka bagian ini.

Jadi ingat kalimat mas Jay di Axe series “tenang dan pasrahkan. sesuatu yang baik itu datang tanpa direncanakan”. Iya ya, be the best version of me aja, tenang, pasrah dan insyaAllah akan didekatkan dengan orang-orang baik. Yang nantinya hadir satu orang terbaik untuk menemani hingga akhir. Asiiiik.

Terimakasih dokter Gia. Selamat untuk bukunya. Semoga Allah memberkahi hidup dokter dan keluarga. Semoga terus bikin karya yang menghangatkan seperti ini.

Cicip Es Krim Jagung Joyday

Tertarik beli gara-gara harganya murah. Cuma 3 ribu aja. Rasanya juga unik, jagung. Sama kayak brand sebelah. Kemasannya juga oke designnya. Lalu kalau sudah begitu, tentulah foto-foto

Itu versi instastorynya

Sejujurnya sih postingan ini tuh mau share hasil poto-poto gitu. Sama hasil versi edit lucunya gitu. Sayang aja gitu kameranya oke kalo gak dimanfaatin. Jadi pengen motret-motret lagiiii.

Btw itu motretnya pas lagi mendung, jadi ya gitu deh. Dan saya baru aja mulai ngutak ngatik edit hehe. Tau kok ini alay :’)

Ada Apa Dengan Semangat?

Nyoba foto produk lagi, boleh juga nih hasilnya. Jadi ini asalah es krimnya Aice. Harganya 5 ribu. Beli ini karena bentuknya unik. Obor gitu. Mirip sama es krim tetangga yg merah kuning itu ya. Tapi ini dalam bentuk kemasan, jarang2 ya kan ada begini.

Saya juga baru tau kalau mereka ikut meramaikan mendukung acara Asean Games kemaren. Dengan bikin bentuk obor begini. Asik sih idenya. Cumaaaa

Sejauh ini ada 3 brand yg bikin tagline pake kata semangat. 1. Aice : Nyalakan Semangat 2. Indomie : #Gorengsemangat 3. Kapal Api: Secangkir Semangat

Saya nggak tahu brand mana yang lebih dulu memulai pakai kata semangat. Dan nggak ada yang salah juga kalau banyak brand pake kata yang sama. Yang ada di pikiran saya “brand ini tuh niatnya mau bikin konsumen mereka jadi semangat kan ya. Sampe ada 3 brand pake kata semangat. Saya ngeartiinnya masyarakat Indonesia lagi nggak semangat ya. Sampe butuh ada 3 brand gini yg nyemangatin. Kalo dilihat dari segmen target audience ya beda2 sih. Bedanya tipis aja nggak sih. Kalo Aice dari anak2-remaja-dewasa juga kayaknya. Indomie juga sama. Kapal Api nih yg dewasa, dewasa awal kayak mahasiswa baru gitu. Jadi kesimpulannya adalah anak muda Indonesia butuh disemangatin.”

Yaaa, itulah ngoceh nggak jelas saya. Mohon dimaafin ya kalau logika berpikir dan ilmu akan branding-nya masih lah sangat amat kurang. Di momen2 gini tuh saya ngarepnya ada seseorang yg bisa diajak ngobrol tentang beginian. Tentang brand, tentang kata semangat di 3 brand. Tapi siapalah saya ya kan. Jadi ngobrolnya di sini deh.

Yowes, Goreng Semangatmu bersama dedek Iqbal Ramadhan Indomie Goreng. Nyalakan Semangatmu sama eskrim obor Aice. Dan mulai semangat pagimu dari secangkir semangat Kapal Api. Have a nice day

Dari segi kemasan Aice my favorit design sih. Nggak ada yg nggak gemes dan bagus. Semoga tim designnya terus menyala ya semangatnya kayak taglinenya. Acieeee

Saya tuh sebenernya bego ya, jadi nggak ngerti semangat kok digoreng ya? Mohon maklumi saya ya netizen. Karena talentnya ganteng saya betah nonton iklannya. Lalu saya mulai sedikit paham, mungkin maksudnya bikin hari kamu semangat dengan mie goreng. Ya, ngegoreng Indomie= semangat. Ya ya ya. Paham paham. Thanks Iqbal. *Sok kenal nis

Setelah #secangkirsemangat ada lanjutannya #buatnyatatujuanmu. Ini pas banget buat anak 20an atau 25an. Yg lagi getol2nya make dreams come true. Makanya talent iklannya mas2 dewasa gitu. Siaaap. Thanks to Kapal Api semangatnya.

Ke Tujuh

Sudah 7 tahun ternyata panggung maya ini berdiri. Sepi pengunjungnya. Tak apa. Ya namanya juga curahan hati. Nggak semua orang tahan untuk membaca kisah panjang lebar yang entah tujuannya apa.

Terimakasih WordPress. Terimakasih Kamu yang di sana yang bikin saya semangat untuk bikin akun segenggam cerita ini. Doakan saja semoga saya lekas menemukan tujuan apa yang hendak dituju. Untuk yang mampir atau tersesat ke sini didoakan juga semoga lekas tiba di tujuannya. Amin

Selamat ulang tahun yang ke tujuh Segenggam Cerita 🙂 mari kita terus menulis

Cerita Tentang Hari Ini

Yaaa memang gak kreatif bikin judul. Tulisan kali ini adalah tulisan tangan di notes hasil dari mati gaya kejebak ujan setelah seminar tadi. Yup, sabtu produktif gitu. Selamat membaca

Hotel Gadjah Mada Graha

Sabtu, 17 November 2018

16.35 WIB

Baterai hp sisa 6%

Hujan lebat dan berangin

Mati gaya!

Gak ada temen ngobrol

Gak ada buku

Gak ada colokan juga hiks

Tapi, alhamdulillah seneng bisa ikutan seminar kayak gini lagi.

Acaranya bagus, tempatnya oke, makanan plus snacknya enak, dapet Cimory juga.

Alhamdulillah ketemu bang Bena, ka Vendry lagi. Dan dedek Zayka juga. Ternyata Zayka emang se-menggemaskan itu anaknya. Sayang tadi lagi rewel pengen minum susu jadi gak bisa diajak foto.

Sekian tahun yg lalu aku jg kayak gitu. Ikutan ngantri minta foto bareng, tangan gemeteran. Deg degan. Bukan, bukan asma. Tapi nervous ketemu idola. Haha norak kali ya.

Bang Bena seperti biasa selalu menyenangkan dan menginspirasi. Yang selalu aku suka juga video profilenya bagus, kreatif.

Tadi juga ada salah satu founder Makna Creative, Ernanda Putra. Style fashionnya keren. Ternyata doi adalah sosok panutan cowok2. Selain buanyak cowok yang antri ngajakin foto bareng, cowok2 di meja sebelah juga ngobrolin Nanda, Keenan, Makna dari 20 menit yang tadi sampai sekarang. Sorry ya nguping. Eh tapi bukan nguping sih cuma suara masnya aja yang gede jadi otomatis kedengeran sampe sini. Hehe. Sukses mas coffee shopnya intense mlg.

Kok tahu nis? Tadi dia cerita kalo isi dm dia diposting di instastorynya Nanda. Aku juga lihat kemarin malam. Isinya masnya bikin coffee shop itu terinspirasi dari Nanda dkk di Makna gitu. Jadi aku bukan kepo ya gaes. Beneran. Percayalah

Jadi pelajaran apa yang didapet hari ini?

Nanda: jadi diri sendiri aja. Jangan jadi orang lain. Karena tiap orang berhasil di bidangnya masing2.

“Please, apreciate waktu” aku suka kalimat ini 🙂 ini tentang pentingnya manajemen waktu. Disiplin itu harus. Karena usia makin menua. Jadi sudah semestinya sadar akan penting dan berharganya waktu. *jadi serius gini.

Bena: just freaking start.

“Mulai aja dulu. Gak usah buang energi dan waktu untuk dengerin komentar orang lain”

Oiya, satu benang merah yang masih misteri buat aku. Kenali diri sendiri. Temuin magicnya kamu.

Mengenali diri sendiri itu gak gampang buat aku. Malu ya udah setua ini belum mengenal dirinya siapa 😥 nah terus tadi direkomendasiin buku sama Naufal- teman baru yang duduk sebelah tadi. Judulnya Decision Book. Ada 4 bab yang dibahas how to improve your self, how to understand your self better, how to understand others better, how to improve others. InsyaAllah gitu ya kalo gak salah inget.

Begini covernya hasil gugling barusan

Btw si Naufal itu tadi keren loh. Dia lulusan teknik kimia UB. Sekarang udah sekitar 2 tahunan kerja jadi content creator. Dia bikin foto dan video untuk produk gitu. Kebanyakan kliennya luar negeri gitu. Bacaannya Kinfolk, Monocle sama apa gitu tadi. Coba deh liat ini instagramnya dia.

Lagi-lagi aku tertampar sebagai anak komunikasi. Dia gak kuliah komunikasi tapi bisa bikin content yang keren gitu untuk activity branding. Dengan modal belajar otodidak dari buku dan internet. Malu aku malu.

Eh, ternyata obrolan meja sebelah seru. Berasa dengerin diskusi tugas marcomm. Dan aku malu, aku lupa apa aja strategy marketing. Huhu abis ini gugling yuk.

Oh men, mereka juga ngobrolin Angga Sasongko. Ngomongin film Surat Dari Praha. Aku mau dong ikutan ngobrol juga.

Mereka kumpulan mahasiswa produktif. Terutama yang punya coffee shop itu. Nyebut2 HI UGM lagi. Aduh, jadi inget yang dulu nih. Astagfirullah, udah jadi suami orang nis!

Btw, rumah di seberang hotel ini vintage gitu. Warnanya abu-abu. Model jendelanya aku suka jadul gitu deh. Hehe bukan deskripsi yang oke memang.

Dan ternyata lagi, di seberang hotel ini ada mobil pink neon jual gorengan. Iya gaes GORENGAN. Ya Allah, godaan gorengan di mana-mana.

Sekarang waktu menunjukkan pukul 18.08 WIB

Di mana saya sekarang?

Stasiun. Ya betul sekali Stasiun Kota Malang.

Ngapain? Numpang ngecharge HP. Demi bisa pesen Gojek abis ini. Tadi di Hotel gak nemu colokan, pas ujan reda mau pulang. Eh ada itu colokan. Hadeeh.

Akhirnya jalan kaki dari hotel ke stasiun. Nggak tau itu jaraknya berapa kilometer. Berharap ada angkot, eh ternyata gak ada sama sekali.

Ternyata 1 km gaes, lumayan bakar kalori yaaa

Dan sampailah di sini di stasiun numpang ngecharge. Di sini panas btw. Cie nisa malmingnya faedah banget yak, di stasiun nungguin hp yang lagi di charge kayak penumpang lain.

Sekarang menunjukkan pukul 21.14 WIB. Alhamdulillah sudah sampai kos. Setelah 30 menit lebih pesen gojek karena susah dapet driver. Setelah perjalanan 45 menit dari stasiun ke kos. Jalanan macet parah, abis ujan reda semuanya pada jalan malam minggu. Udah cuci muka, sikat gigi, siap bobok. Mari menutup hari ini dengan mengucap hamdallah dan publish tulisan ini.

Selamat berakhir pekan. Semoga menyenangkan.

Bikin Event Keren Emang Nggak Gampang

Barusan saya pulang dari sebuah acara campus Talkshow. Jam menunjukkan 21.56 WIB. Ya, empat menit lagi menuju jam 10 malam.

Awalnya saya mikir “tumben nih acara talkshow malem2. Wuiih mungkin outside of the box kali ya. Bikin malem aja, pas mahasiswa udah pada pulang kuliah. Harinya ditutup dengan siraman inspirasi. Atau kalau malem bisa lebih fun gitu gamesnya, jokesnya dan lainnya. Kan malam hari adalah jam prime timenya anak muda melahirkan ide2/imajinasi”. Mulanya mikir gitu, kreatif ya.

Eeeh ternyata sepanjang perjalanan pulang, di hati sama pikiran kok klop banget. “Kecewa. Iya kecewa. Kok gini sih. Astagfirullah, mesti bersyukur. Alhamdulillah dapet nasi kotak, sertifikat, pouch sama totebag”.

Pelajaran yang bisa saya ambil adalah bikin event itu nggak gampang. Apalagi pengennya skala nasional, mengundang pembicara ternama yang dikenal meluas prestasinya.

Iya nggak gampang emang. Mesti riset ini itu. Mesti punya pelayanan informasi yang organize plus fast respon. Intinya bikin event yang menarik temanya, dibutuhin sama target, dan bisa ninggalin kesan manis sepulang acaranya itu gak mudah.

Bukannya malah kabur dari tema isi perbincangannya. Bukannya hanya memuja memuji speaker dengan “baik, luar biasa sekali”, “baik, luar biasa” , “baik, pastinya sangat bla bla bla” itu ucapan baik yg justru too much. Kurangin template plis.

Bukannya memberi pertanyaan mendalam seputar tema malah justru menanyakan hal personal keluarganya. Plis lah baca, tonton, ulik dulu siapa calon lawan bicara yang mau didengar inspirasinya. Kalau riset kan enak, jadi tahu sapaannya apa, kesibukan terakhirnya apa, dia passionatenya kalo ditanyain apaan. Bukan ngasi pertanyaan yang jawabannya bisa ditemuin via gugel, youtube, sosmednya atau inspigo.

Haduuuh, masih ngerasa gimana gitu. Saya sadar kok saya bukan siapa2. Bukan anak EO yg sudah menghandle ratusan event kece kayak mbak Sarah Deshita Ismaya. Tapi ngungkapin rasa kecewa boleh lah ya.

“Ini campus talkshow termalam yang pernah saya datangi” ucap salah satu speaker. Iya saya juga kok. Dia jalan berpamitan, terus emsi manggil “bisa kembali ke depan sebentar untuk wefie bareng peserta”. Oh men, liat ekspresinya si speaker tadi “ini gak ada yang namanya koordinasi apa ya”. Tapi abis itu dia tetep senyum.

Doa saya malam ini adalah semoga speaker tadi masih mau berbagi pengalamannya di Malang. Semoga sebelum bobok saya bisa teduh hatinya. Menerima nggak semua event itu keren. Semoga suatu hari nanti bisa bikin event menarik yang nggak gampang itu di Palangkaraya. Amin.

Selamat istirahat

InsyaAllah rupiah dan lelahmu tidak sia-sia, amin. Ikhlas nis ikhlas

Cerita Nonton A Star Is Born

Setelah lampu bioskop dinyalain, reaksiku adalah “ya gini namanya hidup, pahit ya 😦 ” . Terus dari kursi belakang ada yg ngomong “oooh kirain happy ending ternyata sad ending”. Jadi mikir “udah lama ya gak nonton film yg ceritanya sad ending gini”. Sebelumnya nonton Crazy Rich Asian happy ending, Aruna & lidahnya juga happy ending. Ya begini sih hidup emang ya gak selalu manis kayak es teh. Tapi kadang pahit kayak kopi item. Ceileeh sok filosofis

Yang disuka

Suka sama karakter Jack Main. Manis banget gitu. Dari yg dia ngerawat luka tangannya Ally. Manggil Ally lagi padahal udah say good bye, terus bilang “gak apa, cuma pengen liat kamu lagi aja”. Aaaaw. Terus dia mutus senar gitar buat dijadiin cincin. Manis banget sih bagian ini.

Yang Dirasain

1. Pas lihat Jack senyum lagi nonton Ally nyanyi di bar “udah nih, udah nemu jodohnya nih dia”. Jack nunjukkin senyum 2 kali lo ke temennya Ally. Buat nunjukkin “bagus gilak nih yg nyanyi”. Bisa aja gitu ngerasain, tatapan sama senyumannya itu beda. Tatapan+senyuman yang mengandung perasaan tertarik+naksir gitu.

2. Di film ini berasa nonton behind the scene konser. Dari check sound, nyanyi2 bareng, ada Ally yg diajak nonton di samping panggung yg akhirnya diajak duet. Seru seru.

3. Kalau aku di posisi Jack, aku bakal ngelakuin hal yang sama sih. Udah kepalang tanggung sama rasa malu dan bersalahnya.

Tapi pas di tengah2 film aku sempet mikir ini endingnya gimana? Kirain dia pulih, diterima di sekelilingnya terus bikin album yg lebih meledak. Buat nunjukkin utk sampai ke puncak keberhasilan itu pahitnya sepahit itu prosesnya. Eh ternyata, endingnya pahit dan ada lukanya. Aih apalah ini bahasanya.

Yang dipelajari

1. Jujur sama diri sendiri itu gak gampang

2. Ternyata ada yg namanya proses berputar dulu untuk sampai tujuan

3. Menjaga lisan itu penting

Coba aja si manajer Ally gak gila materi mungkin gak bakal ngomong sekejam itu ke Jack. Tapi bukan cuma di film aja sih ya ada tokoh antagonis di dunia nyata juga ada. Ada banget malah. Benci sih emang. Tapi kalo gak ada antagonis gak hidup namanya. Halah ngomong apa sih ini

Jadi mikir juga (kebanyakan mikir kamu nis) jangan2 selama ini Lady Gaga penampilannya unik2 gitu bukan kemauan dia. Tapi kemauan orang2 di balik layarnya. Atau atau … Cari tau lah ya abis ini.

Yang jelas film ini ngasih tau bahwa hidup: pahit begini apa adanya. Untuk menjadi sekarang ternyata berputar arah dulu.

Tulisan ini dipublish ketika film sudah sisa sedikit layarnya di bioskop. Nggak sanggup ngedit lagi gimana caranya biar nggak spoiler hehe maap.